Rihlah Muslimah Ahibbati Fillah: Memutus Rantai Trauma, Mengasuh Bahagia Tanpa Beban Masa Lalu

Depok — Masjid Ummul Quraa Pondok Pesantren Hidayatullah Depok dipadati ratusan muslimah pada Selasa, 1 Sya’ban 1447 H / 20 Januari 2026. Sekitar 900 peserta menghadiri kegiatan Rihlah Muslimah Ahibbati Fillah yang diselenggarakan oleh Komite SD Integral Hidayatullah Depok dengan mengusung tema “Memutus Rantai Trauma, Mengasuh Bahagia Tanpa Beban Masa Lalu.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari syiar dakwah sekaligus sarana pembelajaran tambahan bagi para ibu, khususnya wali murid SD Integral Hidayatullah Depok, serta jamaah muslimah umum dari berbagai wilayah di Kota Depok.

Sambutan Hangat dan Apresiasi dari Ketua Yayasan

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Ust. M. Ali Busro. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta serta apresiasi kepada Komite SD Integral Hidayatullah Depok atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan ilmunya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini juga menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat pendidikan integral Hidayatullah dengan Kurikulum Integral Berbasis Tauhid,” ungkapnya.

Materi Mendalam Bersama Pemateri Nasional

Rihlah Muslimah Ahibbati Fillah menghadirkan dua pemateri nasional yang berkompeten di bidangnya, yaitu dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHt., CI., serta Dr. Reny Susilowati Latip, M.Pd. Keduanya menyampaikan materi secara ilmiah, komunikatif, dan menyentuh sisi emosional serta spiritual peserta.

WhatsApp Image 2026-01-24 at 21.16.04.jpeg 262.76 KB

Materi yang disampaikan mengajak para ibu untuk memahami luka batin, trauma masa lalu, serta dampaknya terhadap pola asuh dan hubungan keluarga. Peserta diajak berdamai dengan masa lalu agar mampu menghadirkan pengasuhan yang lebih bahagia dan penuh kesadaran.

Memori, Trauma, dan Proses Memaafkan

Dalam testimoninya, dr. Aisah Dahlan menegaskan pentingnya memahami cara kerja memori dan qalbu dalam diri manusia.

“Sejak lahir, kita sejatinya sudah mampu merekam berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita, dan semuanya tersimpan di dalam memori serta qalbu. Alhamdulillah, para bunda hari ini sangat antusias. Kita belajar bersama untuk memaafkan peristiwa-peristiwa yang mengganjal, baik yang tersimpan di memori maupun di hati,” jelasnya.

Program Unggulan Komite SD Integral Hidayatullah Depok

Ketua Komite SD Integral Hidayatullah Depok menyampaikan bahwa kajian ini merupakan salah satu program kerja komite dalam rangka penguatan peran ibu dalam pendidikan dan pengasuhan.

“Ini adalah bagian dari program kajian muslimah. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah kebaikan dan membawa manfaat bagi seluruh Ahibbati Fillah,” tuturnya dengan penuh semangat.

Kesan Peserta: Menyentuh Qalbu dan Sarat Manfaat

Sejumlah peserta mengungkapkan kesan mendalam setelah mengikuti kajian ini. Bunda Indri menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat menyentuh hati.

“Acara hari ini benar-benar menyentuh qalbu. Kami belajar manajemen qalbu, belajar memaafkan masa lalu, bahkan memaafkan diri sendiri. Ilmunya sangat banyak dan bermanfaat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Bunda Nova Erawati yang menilai materi kajian sangat penting untuk diterapkan dalam parenting di rumah. Sementara itu, Ibu Devi bersama rombongan sahabatnya mengaku bersyukur karena selain menambah ilmu, kegiatan ini juga memperluas ukhuwah dan pertemanan.

Menjadi Ibu yang Pulih untuk Keluarga yang Bahagia

Rihlah Muslimah Ahibbati Fillah tidak hanya menjadi ajang kajian, tetapi juga ruang pemulihan, penguatan, dan refleksi diri bagi para ibu. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Hidayatullah Depok kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan dakwah yang menenangkan, relevan, dan aplikatif bagi keluarga muslim masa kini.